- Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
- Pupuk Urea Indonesia Resmi Diperebutkan Banyak Negara, Berikut Penjelasannya
- Mentan Jamin Cadangan Beras Indonesia Tercukupi dan Tidak Terdampak El Nino
- Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
- Presiden Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Rusia dan Bertemu Vladimir Putin, Berikut Penjelasannya
Presiden Joko Widodo Menolak Pesanan Ekspor Beras ke China dan Arab Saudi
Berita Terkini – Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Indonesia mendapatkan pesanan ekspor beras dari China dan Arab Saudi.
Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa dirinya menolak mentah-mentah tawaran ekspor tersebut.
Diketahui, jika dikalkulasikan pesanan ekspor beras dari China dan Arab Saudi tersebut dapat mencapai 2,6 juta ton.
Presiden Joko Widodo mengatakan, memang saat ini stok beras di Indonesia sudah aman.
Bahkan, Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI), dalam tiga tahun terakhir ini Indonesia mampu mencapai swasembada beras secara berturut-turut.
Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo ingin Indonesia tetap berhati-hati, pasalnya saat ini banyak negara yang mengalami kesulitan pangan dan krisis ekonomi.
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo menolak permintaan ekspor beras dari China dan Arab Saudi.
“Kemarin dari China minta beras 2,5 juta ton, Arab Saudi minta 1.000 ton beras. Saat ini kita belum berani, kita setop dulu,” ujar Presiden Joko Widodo.
Memanfaatkan Peluang

Presiden Joko Widodo mengatakan, kita harus tetap berhati-hati, dan harus selalu menjaga stok sandang dan pangan di Indonesia.
Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa di setiap kesulitan pasti ada peluang disitu.
“Karena setiap kesulitan pasti ada peluang disitu. Dalam kondisi sesulit apapun pasti ada peluang. Yang bisa menggunakan itu adalah entrepreneur, wirausahawan ya ibu bapak sekalian. Ada krisis pangan berarti ada peluangnya di pangan,” ujar Presiden Joko Widodo.
“Ada krisis pangan peluang di pangan kalau jualan paling cepat sekarang pangan. Kemarin dari China minta beras 2,5 juta ton dari negara lain Saudi sebulan minta 100.000 ton beras saat ini kita belum berani kita stop dulu,” sambungnya.
Menurut Presiden Joko Widodo, dalam kondisi dunia yang sangat sulit ini, maka pemerintah harus berhati-hati jika mengambil langkah dan keputusan.
Presiden Joko Widodo Bersyukur

Presiden Joko Widodo mengatakan, dirinya bersyukur karena Indonesia berhasil mencapai swasembada beras.
Keberhasilan Indonesia juga dapat dilihat dengan diberikannya penghargaan oleh International Rice Research Institute.
Disaat negara lain mengalami kesulitan pangan dan krisis ekonomi, tetapi Indonesia justru mampu bangkit dan mencapai keberhasilannya.
“Patut kita syukuri dua minggu yang lalu sampaikan kepada kita sebuah sertifikat dari international rice research institute yang menyatakan bahwa ketahanan pangan kita baik dan swasembada beras kita sudah dimulai sejak 2019,” tutup Presiden Joko Widodo.
Get ready for fast-paced action and thrilling gameplay! Lucky cola
… [Trackback]
[…] Info to that Topic: beritaterkini.biz/presiden-joko-widodo-menolak-pesanan-ekspor-beras-ke-china-dan-arab-saudi/ […]
… [Trackback]
[…] Find More to that Topic: beritaterkini.biz/presiden-joko-widodo-menolak-pesanan-ekspor-beras-ke-china-dan-arab-saudi/ […]
… [Trackback]
[…] Information on that Topic: beritaterkini.biz/presiden-joko-widodo-menolak-pesanan-ekspor-beras-ke-china-dan-arab-saudi/ […]
… [Trackback]
[…] Find More on that Topic: beritaterkini.biz/presiden-joko-widodo-menolak-pesanan-ekspor-beras-ke-china-dan-arab-saudi/ […]
… [Trackback]
[…] Info to that Topic: beritaterkini.biz/presiden-joko-widodo-menolak-pesanan-ekspor-beras-ke-china-dan-arab-saudi/ […]
… [Trackback]
[…] Info to that Topic: beritaterkini.biz/presiden-joko-widodo-menolak-pesanan-ekspor-beras-ke-china-dan-arab-saudi/ […]